Profil Singkat

Yayasan Karunia Pengembangan Anak (YKPA) atau sebelumnya Lembaga Pengembangan dan Perlindungan Anak (LPPA) adalah salah satu mitra ChildFund Internasional di Indonesia Zonal Timur yang beralamat di Jalan Nai Buti Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. YKPA dibentuk pada tanggal 4 Agustus 2006 dengan tujuan melayani masyarakat khususnya anak-anak yang menjadi korban penelantaran (deprivation), pengucilan (exclusion) dan kerentanan (vulnerability) akibat dari kompleksitas permasalahan, baik internal keluarga, maupun permasalahan eksternal lingkungan dan masyarakat. Sampai saat ini, YKPA telah mendampingi anak dan masyarakat di 23 desa yang tersebar di wilayah kabupaten Belu, Malaka dan TTU provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Dalam menyusun program-programnya, YKPA memberikan prioritas pada peningkatan kesehatan masyarakat dan keluarga serta pencegahan penyakit dengan kategori umur di bawah lima tahun (balita), umur rentan terhadap berbagai isu-isu kesehatan dan tumbuh-kembang. Kami juga menemukan beberapa kasus kurang gizi anak-anak balita dan ibu hamil serta stanting. Selain kurangnya perhatian pada kesehatan balita dan ibu hamil, YKPA juga fokus pada pendidikan anak usia dini melalui program Pengasuhan Responsif dan Paud HI. Belum semua anak usia 4-5 tahun menikmati pelayanan pendidikan usia dini karena kendala teknis, kondisi sosial masyarakat, pemahaman orang tua, sumber daya masyarakat, sarana prasarana, pendukung terhadap lembaga PAUD dan lain sebagainya. 

Anak usia 6 – 14 tahun juga menjadi perhatian YKPA. Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu tahun 2013 merilis angka buta huruf mencapai sekitar 3000 dan sekitar 21,3 persen pada anak usia 7 – 15 tahun yang tidak bersekolah. Selain itu anak—anak tidak memiliki kemampuan untuk melihat potensi dirinya, membuat perencanaan hidupnya, mengenal hak dan tanggung jawab dan membuat perencanaan keuangan yang baik sehingga ketika mendapatkan masalah, mereka tidak mampu menyelesaikan dengan bijak.

Di samping itu, tidak meratanya akses pendidikan dan rendahnya mutu pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Timur menjadikan banyak remaja atau orang muda tidak mendapatkan kesempatan bekerja karena rendahnya tingkat pendidikan, dan ketiadaan ketrampilan.

Visi

-

Misi

-

Program

Sejak tahun 2017, Pendidikan Kecakapan Hidup dan Literasi Keuangan (PKHLK) mulai dikembangkan YKPA di kabupaten Malaka, Belu dan TTU dan masih berbasis masyarakat melalui Lopo Cerdas.   Kegiatan Lopo Cerdas terdiri dari 2 komponen yaitu PKHLK yang terdiri dari lima element yaitu 1). Eksplorasi diri; 2). Hak dan Tanggung jawab Anak; 3). Perencanaan dan Anggaran; 4). Menabung dan Membelanjakan dan 5). Usaha social dan finansial yang melibatkan anak usia 9—14 tahun dan komponen kemampuan literasi yaitu membaca, menulis dan berhitung yang melibatkan anak usia 6—9 tahun.

Kegiatan PKHLK di Lopo Cerdas dilakukan satu kali seminggu. Kegiatan PKHLK di setiap Lopo Cerdas merujuk pada Modul PKHLK yang dibuat CHildFund seri 1-3. Implementasi kegiatan PKHLK menggunakan pendekatan STEAM melalui Metode ABCDE (Amati, Bayangkan, Diskusi, Cari tahu dan Evaluasi) serta Metode GASING (Gampang, Asyik dan Menyenangkan).

Kegiatan PKHLK di Lopo Cerdas tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga di luar ruangan ataupun di tempat-tempat wisata yang ada di dekat lokasi kegiatan sehingga anak-anak tidak merasa jenuh untuk mengikuti kegiatan di Lopo Cerdas.

 

Lopo Cerdas YKPA berada di Kabupaten Belu, Malaka dan TTU. Jumlah Lopo Cerdas dampingan YKPA yang aktif saat ini sebanyak 22 Lopo Cerdas yaitu:

  • Kabupaten Belu 8 lopo Cerdas, 8 orang tutor (9 orang perempuan) Jumlah anak di Kabupaten Belu yang terlibat dalam kegiatan Lopo Cerdas ini sebanyak
  • Kabupaten Malaka; 7 Lopo Cerdas, 7 orang tutor (Laki-laki1 dan perempuan 6 orang)
  • Kabupaten TTU 6 Lopo Cerdas: 6 orang tutor (laki – laki 2 dan perempuan 4 orang).

 

Jumlah partisipasi anak di Lopo Cerdas ini sebanyak 1039 orang dan dari 1039 orang ini, hanya ada sekitar 450 anak terlibat aktif di kelas PKHLK. Selain di Lopo Cerdas, PKHLK juga sudah mulai diimplementasikan di Sekolah Dasar yang ada di wilayah dampingan YKPA. Hingga saat ini sudah ada 10 sekolah di Kabupaten Belu yang menjadi sekolah contoh implementasi PKHLK sebagai kegiatan Ekstrakurikuler didanai dari dana Bos.

Profil Mitra